Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)

Oke postingan ini dikususkan untuk para fans DJ Kumbang alias temen farm saya bernama Linda. Ditambah beberapa cerita tentang Ogek dan Nita yang tergabung dalam kelompok PBTIM. Persatuan Buruh Tani Indonesia-Mareeba.

Cerita-cerita kami di Mareeba.

Seperti yang sudah saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, Linda ini temen yang saya kenal di Ausi yang sering muncul di instastory. Karena emang dari jaman jadi petani di Queensland sampai jadi buruh di Sydney, kami selalu bersama. Saya, Linda dan Ogek.

Follower saya yang nggak seberapa itu kalo disuguhi story ada muka Lindanya pasti langsung meningkat drastis. Dan komen komen yang muncul itu selalu sama. “Ki itu cari dimana makhluk kaya gitu di muka bumi, kok lucu banget” Sampe kalo udah lama nggak  posting tentang Linda, temen-temen saya suka DM. Iya benar buat REQUEST insta story kolab sama manusia satu ini. Seperti netijen kalo minta Aurel sama Atta gledek buat video bareng. Fenomena apakah ini?

Mengapa Linda menjadi terkenal di kalangan teman-teman saya? Apakah teman-teman saya yang kurang waras mengidolakan sosok seperti Linda? Atau memang Linda pantas diidolakan? Apa saja tingkahnya yang membuat fans nya mengelu elukan wanita asal Manado ini?

Selengkapnya hanya ada di Selet

Pertemuan saya dengan perempuan yang kalo joget kaya cacing tanah ditaruh di aspal ini bermula di kebun alpukat di Mareeba. Linda yang awal-awal sering nangis-nangis bawah pohon menjadi terkenal karena saya dulu sering uplot video Linda alias DJ Belalang lagi makan lalapan di Australia. Lengkap dengan sambal kreasinya sendiri sambal Huru Hara

Seiring berjalannya waktu, hobi Linda nangis di bawah pohon berganti menjadi kegiatan yang lebih positive dan sesuai dengan passionnya. Yaitu Karokean. Hobi boleh ganti tapi venuenya masih sama, dibawah pohon alpukat. Lagu favorite yang menurutnya sesuai dengan suasana kebun di Dimbulah adalah single berjudul Unbreak my Heart dari Toni Braxton. Hobi barunya membuat dia semakin semangat menjalani kariernya sebagai petani alpukat yang handal. Sambil memetik buah buah alpukat dengan stick panjangnya biasanya dia bakal bernyanyi alias teriak teriak sampe seluruh farm denger.

Un-brrrrrrrrreak my hearrrrrttttttttt
Say you’ll LOVEEEE me again

Setiap huruf R harus di pronounce dengan trik bernyanyi ngeden. Biar terdengar penghayatannya. Nyanyian itu kemudian disambung oleh picker lain bernama Zuko yang lagi manjat pohon di sebelahnya.

Undo this hurt you caused
When you walked out the door
And walked out of my life
Un-crrrrrry these tearrrrrrrs

I cried so many nightss

UNBREAKKK MY HEARTTTTT

(Lalu seluruh farm ikut bernyanyi bersama mereka dengan irama yang fals)

Linda walaupun pintar dalam hal bernyanyi karena dia adalah bekas penyanyi gereja, tak tahu caranya menghafal lirik. Kalau disuruh nyanyi pake lirik dia hanya senyam senyum yang membuat para netijen semakin emosi. Semua nada enak didenger tapi liriknya Yawlaahhhhhhh ngarang-ngarang sendiri suka suka dia. Ada orang begini nyanyi cuma intro doang giliran sampe chorus nana nanananan nananananan.

Beda lagi dengan Nita, temen kami artis Karawang yang terkenal dengan prestasinya di bidang packing longan. Kalo lagi karokean, untuk urusan lirik lagu dia ratunya, tapi urusan nada waw luar biasa sekali suaranya bak Krisdayanti bernyanyi lagu menghitung hari salah nada semua. Apalagi kalo lagi melantunkan lagu andalannya I’m sorry goodbye di Smule. Beuhhhhhh benar-benar musisi sejati penuh dengan penghayatan. Tangannya nutup nutupin mata sambil pura pura berlinang air mata.

Selain nyanyi lagu KD di Smule, hobi Nita yang lain adalah joget walang keket tiap ada yang nge instastoriin. Dari ujung rambut sampe ujung kaki semua bergetar.

Nita dulu juga sempat kerja bareng di kebun alpukat bareng saya dan Linda. Sebagai picker profesional yang sering mendapat gelar best picker, gampang aja dia metik-metik alpukat dengan lincah. Saking lincahnya ia bahkan sering mengabaikan tutorial memetik alpukat dengan baik dan benar dari supervisor kami si Jerome Siseu Sableu. Aturan sebenarnya untuk mendapatkan alpukat dengan kualitas yang baik adalah kami dilarang menjatuhkan buah buah itu langsung ke tanah. Apalagi dari batang yang terletak di bagian atas pohon. Karena hal tersebut akan merusak kualitas alpukat. Karena itu dibutuhkan keahlian khusus untuk metik alpukat yang ada di bagian atas dengan menggunakan stick panjang. Tongkat khusus yang di ujungnya terdapat gunting petik. Pemakaiannya sama aja dengan gunting biasa tinggal di tarik tuasnya dari ujung stick yang satunya. Bingung nggak Andah sama pendeskripsian stick ini? Sama

Cara yang benar adalah setelah kita berhasil memotong stem alpukat dari bagian pohon yang tinggi dengan stick yang digenggam di tangan kanan. Kita harus segera cekatan untuk menangkap buah yang jatuh dengan tangan kiri. Lalu memasukannya ke bag kanguru yang digantung di badan bagian depan. Atau boleh juga ditangkap lalu dikumpulin di terpal di bawah pohon. Setelah itu baru dimasukan ke dalam bag dan disetor ke bin di traktor. Walaupun trik ini efektif untuk mendapat kualitas alpukat yang baik,  tangan kiri Anda akan pegal setelah kejatuhan alpukat berkali kali dari jarak yang tinggi. Kayak pemain sirkus yang main bola kecil di lempar lempar muter-muter. Bedanya ini pake alpukat yang keras. Ntap nggak tuh.

Nah Nita ini canggih karena sudah memiliki banyak pengalaman di bidang pertanian. Agar pekerjaanya selesai dengan cepat dan tangan nggak pegel. Dia akan gunting-gunting stem alpukat itu dan biarkan mereka jatuh ke tanah. Setelah itu baru dia dikumpulin dan masukin ke bag. Tentu saja ini pelanggaran besar dan kualitas alpukat jadi jelek. Tapi strateginya ini ampuh buat meraih prestasi sebagai best picker. Untuk melancarkan aksinya, Nita biasanya nunggu si Jerome hilang dari peredaran baru dia berani beraksi. Sambil bilang ke picker sebelahnya untuk kasih kode kalo Jerome datang. Suatu hari si Linda yang lagi asyik metik di pohon di seberang Nita melihat gadis kebanggan Karawang ini sedang melakukan atraksinya. Nita pikir situasi disekitarnya aman tanpa ada yang mengawasinya. Tapi ternyata dia salah besar.

Si Jerome sudah bertopang dagu dibelakang Nita persis. Sambil memperhatikan Nita melakukan dosa terbesar seorang picker jatuhin buahnya satu-satu ke tanah. Gedebuk gedebuk. Sementara di seberangnya, Linda sudah telat untuk memeberi kode kepada Nita.

Si Nita yang udah diliatin selama lima menit dari belakang sama SPV belum juga sadar ada dedemit di belakangnya dan masih saja menjatuhkan alpukat tak berdosa itu ke tanah satu demi satu. Demi meraih prestasi di kebun ia rela bermain kotor. Kemudian si Jerome yang sudah tak kuasa menahan gejolak jiwa, maju satu langkah mendekati Nita dari belakang. Mulutnya kemudian di dekatkannya ke kuping Nita yang masih aja asik jatuh-jatuhin alpukat ke tanah tanpa dosa.

Lalu Siseu Sableu teriak di kupingnya sekenceng-kencengnya.

“STOP DROPPING THE AVOCADOOOOOOO!!!!”

Membuat pelantun lagu I’m Sorry Goodbye ini loncat ke udara saking kagetnya. Dan tobat nggak ngulangin tabiatnya di kebun.

Aniwei kembali ke Linda.

Selesai kerja di kebun alpukat, Linda akhirnya juga kerja bareng saya dan Ogek di farm anggur buat nyelesein 88 days. Di farm jahanam itu ia masih saja hobby berdendang lagu lagu hits era 90 an. Namun kali ini dia lebih sering nyanyi lagu galaunya Agnez Mo pake speaker sambil nyabutin daun daun anggur satu-satu.

Kalau dia sudah bosen nyanyi sambil main sinetron, biasanya dia bakal berpura-pura kebelet pipis biar bisa mainan mobil farm rebutan sama Ogek. Linda bercita-cita ketika nanti dia keluar dari Mareeba, tak hanya kemampuan memetik alpukat dan merolling batang anggur yang ia kuasai. Tapi ia juga bisa menumbuhkan keahlian baru yaitu menyetir mobil. Mumpung satu-satunya resiko belajar nyetir di farm adalah nabrak pohon anggur. Sementara Ogek yang baru bisa nyetir dan dapat SIM di Bali suka sotoy ngajarin Linda dan ngerebut mobilnya buat dia mainin sendiri. Linda yang kalo nyetir bangkunya harus dimajuin sampe mentok kayak main bombom car di ITC suka kesel dan ngamuk “Gekk gue duluannn, lu bisa diem kagak lu, gue sumpel mulut lu”

Kalo nggak berantem rebutan mobil. Linda dan Ogek bakalan berantem kalo lagi masak di rumah. Karena Ogek yang punya gaya masak sendiri sering komen kalo orang lain masak menu andalannya. Waktu itu kami bertiga lagi di hire jadi tukang catering babang Ijal yang lagi ulang taun dan masak besar-besaran di rumah. Ogek entah mengapa menolak tugas memotong-motong sayuran dan daging. Maunya goreng menggoreng. Kalo disuruh potong daging dia bakal  nyuruh balik ke saya. “Ki lu aja yang motong ini ki” Bikin KZL.

Tapi giliran Linda nyuruh saya untuk ngambil daun jeruk di belakang rumah sebelah yang ada gebetannya. Ogek yang ada di depan kompor tiba-tiba saja lari kenceng ke pintu belakang sambil bilang “GUE AJA LIN”. Hmmmmmmmm anak setan minta digampar.

20180614_152849

Suatu hari di farm anggur kami pernah berpura-pura mau kencing biar Linda bisa mainan mobil farm. Sewaktu saya buka pintu mobil dan turun tiba-tiba saja ada ular black mamba sepanjang satu meter melesat keluar dari kolong mobil yang membuat saya lompat turun dari mobil buat ngindarin. Saya yang sudah ada di luar mobil mulai menjauh sambil teriak ke Linda yang masih ada di dalam “Lin ati ati ada Ular lin”

Linda yang masih di dalem mobil dan melihat itu ular melesat cepat dari kolong tepat dibawahnya ketakutan setengah mati sambil teriak-teriak

“Kiiiii jangan pergi, woyy ini gue gimana keluar apa kagakkkkk tolonginnn woyyy” karena dia takut ularnya punya temen yang masih ngumpet di bawah tapi juga takut ada ular yang udah di luar.

Sampe akhirnya dia berani loncat keluar setelah dibilang orang-orang ularnya udah pergi ke row.

Lalu setelah kejadian itu apakah kami disuruh berhenti bekerja karena ada ular berbisa yang mengancam nyawa?

“NOOOOO GO BACK TO WORK GAIIISSS” kata my bos tanpa worry sedikit pun.

Yak SURPRISEEEEEE!!! Nyawa Anda lebih murah daripada harga anggur di Australia.

NICE.

Di Mareeba setiap jumat pertama setiap bulan selalu ada acara kumpul-kumpul para backpacker. Waktunya petani petani ini bisa dandan cakepan setelah sebulan penuh idung item item kayak pantat penggorengan. Pada hari yang sudah dinanti nanti selama sebulan penuh itu, petani petani di Mareeba ini akhirnya bisa merasakan kehidupan yang beradab dan menggunakan make up nya yang udah pada kadaluarsa. Seperti foto di bawah ini diambil di hari yang sama, yang diatas di sotrek pada pukul 10 pagi dan yang dibawahnya foto diambil jam 10 malam.

Foto di atas adalah penampakan wajah wajah Raisa, Isyana, sama Dian Sastro kalo kerja di kebun anggur dan nggak pernah mandi selama sebulan. Yang bawah kalo mereka mau menghadiri Panasonic Gobel Award.

76b4995e-dc9a-4909-80d6-2bc3dd6f7d83
idung pantat penggorengan akhirnya bersih sebulan sekali

Saking nggak ada hiburannya di kampung kecil ini kami sampai tak pernah lelah untuk mencari cara agar tetap semangat menjalani kehidupan penjajahan di Mareeba sampe syarat 88 hari kelar. Dari mengadakan kumpul-kumpul di KFC tiap selasa malem karena ada promo 9 dollar dapet 9 ayam, ke McD beli Es krim tiap dapet gaji yang nggak seberapa itu, ke Coles cari makanan-makanan di supermarket yang ada tulisanya HALF

Begitulah netijen, teman-teman saya di kampung Mareeba. Walaupun selera berbeda beda namun kami semua selalu kompak sebagai sesama petani.

Apalagi untuk masalah road trip dan masak memasak. Nita ini satu-satunya yang punya mobil diatara kami karena walaupun sering melanggar tutorial memetik alpukat dengan benar, tapi kerjaan farm dia yang lainnya adalah pekerjaan yang paling manusiawi dan bergaji besar diantara kami berempat. Packing longan di dalam ruangan dan gajinya bisa empat kali lipat kami para petani anggur kayak saya, Ogek dan Linda. Jadi kalo kalian berminat menjadi petani kaya raya di Australia, udah paling bener berguru sama warga Karawang kayak Nita yang lucky biatch. Daripada sama saya, Linda atau Ogek yang nasibnya apes mulu. Kalo nggak ditipu, dijajah. Udah antara dua itu aja.

Sampe sekarang ketika saya, Linda dan Ogek memutuskan untuk pindah ke Sydney menjadi student. Nita masih saja setia dan berjaya di Mareeba jadi petani longan yang kaya raya.

Aniwei 3 perempuan yang saya kenal di Mareeba ini yang bikin saya merasa punya keluarga baik di kampung kecil bernama Mareeba. Dengan lawakan-lawakannya. Orang-orang yang setia ngerokin saya kalo masuk angin, yang nyemangatin kalo mau nyerah dengan Australia, yang tengah malem nyariin keliling kampung ketika saya lagi galau lari sore nggak pulang pulang padahal ngumpet di toilet KFC, yang masak-masak heboh buat ulang tahun saya, yang bisa diajak patungan kalo belanja diskonan di coles, yang sekarang mereka sudah sedikit keluar dari gerbang kemiskinan dan sedikit demi sedikit membuat cita citanya jadi chef international terwujud.

Perempuan perempuan ini yang pada akhirnya mengajarkan saya buat mandiri dan bangga dengan diri sendiri dan apa yang kami kerjakan.

Perempuan-perempuan kuat yang paling pinter kalo suruh ngetawain hidup yang kadang susahnya nggak bisa dinalar ini.

20180422_171519
Roadtrip to Lake Eecham
20180608_201728
Gajian buat beli McD setelah seminggu bertani
IMG_1887
Housemate
IMG_1888
My 26th Birthday Party

Published by Angky Ridayana

A sun seeker and a story teller.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: