Baby I’m in New York

Pernah nggak si kalian punya cita-cita buat ngunjungin satu tempat.  Satu negara yang pengin banget kalian datengin. Mimpi dari kalian kecil banget yang HARUS banget tercapai.

Kalo jawabannya punya, sama dong kita, saya juga punya satu yang spesifik. Kalo jawabannya engga, yaudah gapapa nanya aja. Seperti yang sudah bisa di tebak dari judul. Negara impian saya adalah U.S.A

Walaupun sekarang kesel banget kalo liat Presidennya ngomong, pengin rasanya saya pites.

Aniwei kembali ke leptop, kenapa Amerika? Why the hell US? Bukannya negara-negara indah dengan bahasanya yang asing, atau makanannya yang terkenal, atau hamparan alamnya yang megah? Jawabannya adalah karena film.

Dari kecil, saya dan Mamas (kakak laki-laki saya) hobby bangen nonton film. Dari jaman SD kami rajin ngumpulin uang saku buat pinjem film di VideoEzy, belum ada Netflix, jaman lawas. Saya inget film pertama yang kami tonton di rumah tetangga waktu umur 6 tahun. Film tahun 1998 berjudul Deep Rising. Ceritanya tentang monster gurita raksasa yang ngebunuh semua penumpang kapal. I was in love with the movie. Saking cintanya, sampai sekarang film sejenis itu menjadi top 3 genre film yang saya suka.

Film monster laut, film perang WWI dan WW2, dan film Superhero. (I know rite, now you know why I’m psyco). Film Superhero yang saya tonton semacam Smallville, Green Lantern, sampai Supernatural (ini bukan superhero si but i love it). Entah kenapa dulu, kami lebih menikmati nonton film series daripada film satuan. Di film Supernatural dua kakak beradik sebagai tokoh utama yang bernama Dean dan Sam Winchester kerjaannya road trip mulu keliling Amerika, dari Pennsylvania, Chicago, Illinois, Kansas, hingga California buat cari setan yang bisa dimusnahkan. Gegara film ini pun saya jadi sempet punya cita-cita untuk jadi ghost hunter. Tapi saya inget kalo setan Indonesia lebih serem daripada setan luar negeri dan jaman sekarang pun banyak manusia kelakuannya lebih syaiton daripada setan. Jadi nggak jadi.

Aniwei karena disuguhi pemandangan Amriqa secara rutin yang berkelebatan di film Supernatural kalo si Dean sama Sam lagi roadtrip naik Chevrolet Impala 1967 nya yang so kewl. Saya menjadi mulai tertarique. Terbesit di kepala anak remaja yang nggak tau rasanya naik pesawat itu, untuk pergi ke negara adi kuasa itu.

Saya pengin rasanya dulu minta Bapak beliin tiket ke Amerika buat liburan keluarga. Tapi saya ingat, kalo saya bukan Aurelie Hermansyah anak mimi dan pipi yang tiap tahun bisa ke luar negeri buat liburan keluarga sambil ngajak asisten rumah tangganya yang namanya Sumarsih. Saya adalah Angky anak kampung yang hanya bisa bermimpi buat keluar negeri. Terutama Amerika negara asal Superhero kesukaan saya yang cuma bisa saya tonton di film-film.

Eits tapi tunggu dulu, dari kecil saya selalu percaya kalo kekuatan MIMPI itu sungguh powerfull bisa bawa kita kemana saja.

And I was right about that, I always right about that.

Pada usia 27 tahun, saya akhirnya bisa menerbangkan diri gue sendiri ke U.S.A. Ke NEW YORK YES I MADE MY BIGGEST DREAM came true! Just because I never stop believing it, and of course work hard for it.

I waited 21 years to make this dream come true, ALL WORTH IT!

Pada 21 Agustus 2019 saya landing di Honolulu, Hawaii. Buat transit. Tapi itu pertama kalinya kaki saya menginjak tanah AMRIQAA BEYBEH. Dan besoknya pada tanggal 22 Agustus saya landing di NEW YORK, tempat Spiderman gelantungan di gedung-gedung tingginya. Felt surreal but it was real.

All the hard work paid off! Saya berangkat dari Sydney. Proses Visanya pun saya urus dari Sydney, yang surprisingly mudah sekali, visa multiple entry. Yang berarti selama 5 tahun ini saya bisa bolak balik ke US buat gaul sama Agnes Mo.

Aniwei sebelum cerita tentang New York saya cuma mau bilang pada kaum muda.

Believe in your dreams, nggak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk di wujudkan. Kecuali mimpi untuk diadopsi sama Kriss Jenner.

I mean DREAM BIG. someday you’ll get there. It took me 21 years to get to mine. And it still f*cking worth it. And if it took me longer than that, I would still do it. You don’t need to have rich parents to make your dreams come true, in case you have it, congrats to you.  

But if the only thing you have right now is faith, then you are already halfway there.


			

Published by Angky Ridayana

A sun seeker and a story teller.

4 thoughts on “Baby I’m in New York

  1. Mine is Medinah. It was incredible feeling when your dreams do come true.

    So what’s next? Another dream awaits….

    Like

  2. sebetulnya dari dulu pun negara yang pengin aku datangi itu amerika serikat. bukan cuma sekadar wisata beberapa hari, tapi juga tinggal – minimal beberapa bulan. pun kalau misalnya cuma berkunjung sekian hari udah bersyukur juga. it’s my dream to go there too, and of course new york would be a must to visit.

    aku masih percaya suatu saat ada kesempatan: waktu, biaya, dan tenaga yang cukup buat ke amerika serikat. entah mungkin dari kuliah, seminar, jalan-jalan, atau malah sampai kerja di sana. who knows… but i still believe i could make it there someday, somehow.

    Liked by 1 person

    1. pasti donggg brem.. kalo kita bisa tiba-tiba ketemu di hyde park sydney dulu. atau di yara river melbourne, pasti suatu hari kita bisa ngupi syantix di madison square park nya new york!!!

      Like

Leave a Reply to yongkyme Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: