Home for kiddo. (Antwerpen, Belgium)

Menjadi seorang Ibu. 23 December 2017. Kununurra, Western Australia. Setelah hujan deras, di halaman belakang, ditemani secangkir susu kedelai. Kemarin adalah hari Ibu. Hari dimana postingan teman-teman saya bertemakan foto lama dengan Ibu. Saya sendiri tidak pandai dalam mengekspresikan rasa sayang saya kepada keluarga saya. Tapi jika suatu hari Ibu membaca tulisan ini, saya harapContinue reading “Home for kiddo. (Antwerpen, Belgium)”

Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)

“Ki, mau kado ulang tahun apa?” tanya Dyandra roommate saya di Jakarta. Kami memanggil anak Bogor yang lincah ini dengan sebutan Ebby. Ebby ini teman saya yang paling mager setiap pulang kerja. Butuh waktu 3 jam untuk buat dia berdiri dan mandi. “Ajak ke tempat yang gue belum pernah dong biii” jawab saya sambil lalu.Continue reading “Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)”

Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)

Beberapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah majalah Tempo berjudul ‘Gie dan surat-surat yang tersembunyi’ di kamar Eka, teman satu apartment. Hari ini aku membaca buku ‘Soe Hok-Gie …. sekali lagi . Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’. Mempelajari tentang kisah hidup Gie membuatku kagum sekaligus malu pada diri sendiri. Ia aktivis, pejuang kemanusiaan,Continue reading “Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)”

Near Death Experience (Bom Bangkok)

Bangkok adalah salah satu kota favorit saya. Alasannya sederhana saja, karena harga barang dan transportasi di sana tidak jauh berbeda dari Indonesia sehingga pelancong hemat seperti saya bisa puas menikmati liburan tanpa perlu mengancing kantong terlalu rapat. Saya dan Echa, teman traveling saya, menikmati kuliner kaki lima di Khaosan road dan berinteraksi dengan backpacker dariContinue reading “Near Death Experience (Bom Bangkok)”