Surat Anak Rantau

“Perjumpaan tidak sengaja membuat empat orang siswa-siswi SMA ini menjalin persahabatan. Sejak berpisah kota di tahun 2010 mereka saling bertukar kabar melalui sebuah buku jurnal yang mereka beri judul Surat Anak Rantau (SAR). Buku tersebut secara bergantian berpindah dari satu kota ke kota lainnya hingga mereka lulus dari perguruan tinggi negeri masing-masing dan melanjutkan hidupContinue reading “Surat Anak Rantau”

Rumah ‘itu’ dan cerita-cerita dulu

Selama berada di kampung halaman, Ibu jadi sering bercerita tentang tingkah saya ketika kecil. Ada sebuah kejadian 26 tahun lalu, yang diceritakannya berulang kali. Sejarah anak-anaknya yang menakutkan juga membanggakan. “Waktu Angky umurnya masih 2 tahun, baru beberapa bulan bisa jalan dengan lancar. Anak ini udah ilang” Menurut kesaksian Ibu dan om tante saya. SayaContinue reading “Rumah ‘itu’ dan cerita-cerita dulu”

Stepping back from toxic friendship

And all those things I didn’t sayWrecking balls inside my brainI will scream them loud tonightCan you hear my voice this time? *** Sudah beberapa hari ini saya merasa nggak punya energi untuk melakukan apa apa. Bahkan demotivasi ini bukan lagi disebabkan oleh pengaruh terlalu lama dikarantina karena corona. Tapi ada hal lain. *** SudahContinue reading “Stepping back from toxic friendship”

Stop normalizing bullying.

I used to get bullied by the most popular girl in my high school. We used to be best friends. Until the boy, she liked, told me that he liked me. I always chose friendship, over a boy. Cause I did not really give a shit about high school romance. It happened to me a coupleContinue reading “Stop normalizing bullying.”

Belajar metertawakan hidup dengan Mona

“Semakin dewasa arti bahagia itu bukan lagi berdasar pada kemampuan kita meraih sesuatu, tapi sebaliknya, kemampuan untuk melepas” -Monalisa. Monalisa itu namanya. Sahabat yang saya temui tiga tahun lalu di Bali. Perempuan yang paling keras mentertawakan hidup dan lelucon lelucon yang diberikannya. Pertemuan saya dengan manusia unik satu ini berawal ketika saya tinggal di Bali.Continue reading “Belajar metertawakan hidup dengan Mona”

Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)

Ada cerita Tentang sebuah pendakian Lima perempuan, dua liter air, dan sepotong roti. Satu tujuan. Puncak Batur. *** Sebuah warung nasi jinggo pinggir jalan di daerah Kuta menjadi tempat lima perempuan ini mencari pengganjal perut setiap malam. Nasi jinggo seharga 5000 satu bungkus selalu cukup untuk perut kami yang memang sudah jarang diisi makanan dalamContinue reading “Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)”

Menemukan rumah di Bali

Tiga tahun yang lalu, sebelum saya pindah ke Australia menggunakan Working Holiday Visa. Saya sempat tinggal di Bali selama empat bulan. Empat bulan yang penuh dengan pelajaran berharga untuk mentertawakan hidup. *** September 2017 Sudah sekitar tiga bulan saya memutuskan untuk keluar dari Jakarta dan pindah ke Bali. Setelah sempat menganggur selama empat bulan penuhContinue reading “Menemukan rumah di Bali”

Upaya untuk tetap waras

Akhir-akhir ini rasanya sulit sekali menjaga mood untuk tetap bagus. Berita-berita di tv membuat semakin pesimis dengan keadaan. Kabar-kabar teman-teman yang mulai dirumahkan dan tak memiliki simpanan pun membuat saya semakin putus asa. Hingga rasa rindu akan kehidupan di Sydney yang tak bisa dibendung lagi. Rindu akan diri saya yang selalu berjalan-jalan sendirian di tengahContinue reading “Upaya untuk tetap waras”