Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)

“Ki, mau kado ulang tahun apa?” tanya Dyandra roommate saya di Jakarta. Kami memanggil anak Bogor yang lincah ini dengan sebutan Ebby. Ebby ini teman saya yang paling mager setiap pulang kerja. Butuh waktu 3 jam untuk buat dia berdiri dan mandi. “Ajak ke tempat yang gue belum pernah dong biii” jawab saya sambil lalu.Continue reading “Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)”

Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)

Beberapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah majalah Tempo berjudul ‘Gie dan surat-surat yang tersembunyi’ di kamar Eka, teman satu apartment. Hari ini aku membaca buku ‘Soe Hok-Gie …. sekali lagi . Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’. Mempelajari tentang kisah hidup Gie membuatku kagum sekaligus malu pada diri sendiri. Ia aktivis, pejuang kemanusiaan,Continue reading “Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)”

Pilkada

Saya tidak ingat Sejak kapan pesta demokrasi diwarnai sikap intoleran? Sejak kapan Bhineka Tunggal Ika mulai digadaikan? Sejak kapan orang-orang tidak lagi bisa hidup berdampingan?   Mengapa merasa paling benar? Mengapa tidak berkaca dulu sebelum membuat onar? Mengapa tidak diam saja jika setiap yang keluar dari mulut hanyalah koar-koar?   Kalau memang ingin dibilang sebagaiContinue reading “Pilkada”

Aku tidak pernah benar-benar pulang

Aku tidak pernah benar-benar pulang. Tidak bisa. Ke semua tempat kuseret tubuh sendiri sebagai petualang tersesat – bahkan di negeri jauh tempat aku lahir dan seorang perempuan mengajariku tersenyum kepada diri sendiri. . Tidak pernah ada rumah. Tidak ada. Cuma ada mimpi buruk yang sekali waktu terburu – buru membangunkan dan meminta aku pergi . Membelahku. MengubahContinue reading “Aku tidak pernah benar-benar pulang”

Buku, Bandung dan Shinta

Kemarin lusa ada paket datang ke rumah. Paket itu dibungkus kertas kado berwarna hijau bermotif kembang-kembang kemudian dibungkus lagi menggunakan koran. Saat dibuka isinya adalah sebuah buku non-fiksi karangan Desi Anwar, seorang jurnalis dan penulis yang saya kagumi, judulnya, Faces and Places 35 Tokoh dan 50 Tempat yang Menginspirasi Catatan Seorang Pelancong. Di dalamnya adaContinue reading “Buku, Bandung dan Shinta”