Beauty standard, ekspektasi sosial dan insecurity (Bali, Indonesia)

Beberapa waktu lalu saya, Adel dan Uti pergi ke sebuah tempat makan yang terkenal dengan pilihan sambalnya yang sedap itu. Untuk pesan sambal mangga muda kesukaan Adel dan sambal teri favorit saya. Saat sedang menikmati cocolan sambal dengan nasi hangat di piring masing-masing, Adel tiba-tiba berhenti mengunyah lalu bertanya. “Ki kenapa wajah mbak itu merahContinue reading “Beauty standard, ekspektasi sosial dan insecurity (Bali, Indonesia)”

Belajar menatap kecewa (Bali)

Beberapa hari belakangan saya dipaksa untuk belajar menerima semua kegagalan yang datang bertubi-tubi. Semua kegagalan kali ini berhubungan dengan situasi finansial yang sedang saya alami. Sebenarnya keadaan keuangan saya sekarang masih aman-aman saja. Bahkan jauh dari kata hancur atau tidak bisa dipertahankan. Tidak pula serta merta kembali ke posisi survival seperti dulu karena secara bertahapContinue reading “Belajar menatap kecewa (Bali)”

Kembali ke BALI

Di masa penuh ketidakpastian karena pandemi ini akhirnya saya memutuskan untuk bergerak. Hari ini tepat 5 bulan saya berada di Indonesia, dengan pasang surut aturan yang tak menentu dari pemerintah Ausi dan juga Indonesia. Singkat cerita saya memutuskan untuk belajar menerima kenyataan bahwa semua plan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kedepan harus pupus danContinue reading “Kembali ke BALI”

Belajar metertawakan hidup dengan Mona

“Semakin dewasa arti bahagia itu bukan lagi berdasar pada kemampuan kita meraih sesuatu, tapi sebaliknya, kemampuan untuk melepas” -Monalisa. Monalisa itu namanya. Sahabat yang saya temui tiga tahun lalu di Bali. Perempuan yang paling keras mentertawakan hidup dan lelucon lelucon yang diberikannya. Pertemuan saya dengan manusia unik satu ini berawal ketika saya tinggal di Bali.Continue reading “Belajar metertawakan hidup dengan Mona”

Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)

Ada cerita Tentang sebuah pendakian Lima perempuan, dua liter air, dan sepotong roti. Satu tujuan. Puncak Batur. *** Sebuah warung nasi jinggo pinggir jalan di daerah Kuta menjadi tempat lima perempuan ini mencari pengganjal perut setiap malam. Nasi jinggo seharga 5000 satu bungkus selalu cukup untuk perut kami yang memang sudah jarang diisi makanan dalamContinue reading “Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)”

Menemukan rumah di Bali

Tiga tahun yang lalu, sebelum saya pindah ke Australia menggunakan Working Holiday Visa. Saya sempat tinggal di Bali selama empat bulan. Empat bulan yang penuh dengan pelajaran berharga untuk mentertawakan hidup. *** September 2017 Sudah sekitar tiga bulan saya memutuskan untuk keluar dari Jakarta dan pindah ke Bali. Setelah sempat menganggur selama empat bulan penuhContinue reading “Menemukan rumah di Bali”

Pak De yang mengajarkan berkelana (Purwokerto, Indonesia)

Saya baru saja pulang dari rumah Pak De yang jaraknya hanya lima menit saja dari rumah. Usianya sudah 60an. Dulu saya paling senang kalau di ajak ke rumah dinas Pak De. Beliau adalah pegawai PJKA, senang sekali dengan yang di kerjakanya. Sosoknya sederhana, taat, dan tak pernah mengeluh. Di rumahnya dulu berjajar buku ensiklopedi sejarahContinue reading “Pak De yang mengajarkan berkelana (Purwokerto, Indonesia)”

Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)

“Ki, mau kado ulang tahun apa?” tanya Dyandra roommate saya di Jakarta. Kami memanggil anak Bogor yang lincah ini dengan sebutan Ebby. Ebby ini teman saya yang paling mager setiap pulang kerja. Butuh waktu 3 jam untuk buat dia berdiri dan mandi. “Ajak ke tempat yang gue belum pernah dong biii” jawab saya sambil lalu.Continue reading “Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)”

Yogyakarta #pulangkekotamu

Sebagian orang yang tinggal di Jakarta datang ke Yogyakarta untuk berlibur. Sebagian ingin merasakan budaya dan tradisi kuno yang ditawarkan kota ini, sebagian lainnya ingin memanjakan lidah dengan makanan manisnya, beberapa hanya ingin melarikan diri dari lautan kemacetan Jakarta, sementara sisanya hanya ingin #pulangkekotamu. Kampung halaman saya bukan Jogja. Saya pun berkuliah di Depok, JawaContinue reading “Yogyakarta #pulangkekotamu”