Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)

Ada cerita Tentang sebuah pendakian Lima perempuan, dua liter air, dan sepotong roti. Satu tujuan. Puncak Batur. *** Sebuah warung nasi jinggo pinggir jalan di daerah Kuta menjadi tempat lima perempuan ini mencari pengganjal perut setiap malam. Nasi jinggo seharga 5000 satu bungkus selalu cukup untuk perut kami yang memang sudah jarang diisi makanan dalamContinue reading “Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)”

Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 2)

Teman-teman, gimana kabarnya selama masa karantina? Semoga sehat selalu ya baik secara fisik maupun mental. Dari kemarin saya sebenarnya sedikit merasa putus asa dengan keadaan yang belum juga membaik. Tapi hari ini saya mencoba untuk sedikit memupuk semangat kembali untuk melanjutkan tulisan tentang sejarah terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa. *** Di postingan terakhir¬†TerdamparContinue reading “Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 2)”

Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 1)

Dari kemarin saya cuap-cuap tentang pengalaman WHV saya di Ausi tanpa pernah menjelaskan gimana awal mula saya terdampar di negara kanguru kayak sekarang. Sebagai blogger yang sedang merintis karrier nya yang menginspirasi jutaan manusia di muka bumi, saya akan membantu para pembaca yang budiman untuk lebih mengenal saya dan pilihan-pilihan impulsive yang saya buat dulu.Continue reading “Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 1)”

Baby I’m in New York

Pernah nggak si kalian punya cita-cita buat ngunjungin satu tempat. ¬†Satu negara yang pengin banget kalian datengin. Mimpi dari kalian kecil banget yang HARUS banget tercapai. Kalo jawabannya punya, sama dong kita, saya juga punya satu yang spesifik. Kalo jawabannya engga, yaudah gapapa nanya aja. Seperti yang sudah bisa di tebak dari judul. Negara impianContinue reading “Baby I’m in New York”

Dipalak dan makan tai burung di Paris

Paris Winter 2014   Kata orang, Paris adalah kota yang paling romantis di dunia. Monumen, museum, dan bangunan-bangunan artistiknya seperti menara Eiffel, Arc de Triomphe, Notre-Dame de Paris, The Louvre, Place de la Bastile yang ada di ibukota Prancis ini menjadikan Paris sebagai kota tujuan turis paling populer di dunia. Semua orang ingin merasakan berpesiarContinue reading “Dipalak dan makan tai burung di Paris”

Menghadapi Orang-orang Rasis dan Narsis di Australia (PART 2)

Teman-teman mari kita lanjutkan cerita-cerita mengenai orang-orang rasis dan narsis di Ausi dan perlakuan yang saya dapatkan. Selama di Mareeba, saya, Nita dan Ogek tinggal di sebuah share house di jalan Shuterland. Kami menyewa kamar di sebuah rumah besar berwarna biru yang terletak persis di depan sekolah dasar. Dengan halaman depan yang besar dan halamanContinue reading “Menghadapi Orang-orang Rasis dan Narsis di Australia (PART 2)”

Pak De yang mengajarkan berkelana (Purwokerto, Indonesia)

Saya baru saja pulang dari rumah Pak De yang jaraknya hanya lima menit saja dari rumah. Usianya sudah 60an. Dulu saya paling senang kalau di ajak ke rumah dinas Pak De. Beliau adalah pegawai PJKA, senang sekali dengan yang di kerjakanya. Sosoknya sederhana, taat, dan tak pernah mengeluh. Di rumahnya dulu berjajar buku ensiklopedi sejarahContinue reading “Pak De yang mengajarkan berkelana (Purwokerto, Indonesia)”

Menghadapi orang-orang rasis dan narsis di Australia (Part 1)

Di postingan ini saya akan bercerita tentang perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan yang saya dapatkan ketika bekerja di berbagai bidang di Australia. Walaupun tentu saja ada banyak sekali orang-orang luar biasa baiknya yang saya temui disana. Seperti sahabat-sahabat baru yang sudah menjadi keluarga, tetangga-tetangga di Sydney yang setiap hari menyapa “Hey neighbour good day isn’t it”, KenContinue reading “Menghadapi orang-orang rasis dan narsis di Australia (Part 1)”