Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)

Oke postingan ini dikususkan untuk para fans DJ Kumbang alias temen farm saya bernama Linda. Ditambah beberapa cerita tentang Ogek dan Nita yang tergabung dalam kelompok PBTIM. Persatuan Buruh Tani Indonesia-Mareeba. Cerita-cerita kami di Mareeba. Seperti yang sudah saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, Linda ini temen yang saya kenal di Ausi yang sering muncul diContinue reading “Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)”

Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)

Bercerita tentang pengalaman sebagai petani anggur di Mareeba mengingatkan saya pada pertemuan pertama dengan sahabat baik di Australia. Namanya Ogek dari Bali. Hobinya sama kayak Linda. Nangis bawah pohon. Ogek ini yang akhirnya menjadi teman sekamar dan serumah sepanjang saya tinggal di Ausi pada tahun pertama. Perempuan yang kalo ngomong nggak pake koma dan saringan.Continue reading “Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)”

Petani Anggur Part 1 (Mareeba, Queensland)

Mumpung sekarang saya lagi rajin-rajinnya mengulang cerita pahit ketika menjalani carrier sebagai petani di Australia. Kenapa nggak saya ceritakan dan beberkan saja semua pengalaman saya yang menyenangkan sekaligus mengenaskan selama bertani di negeri down under untuk mengejar 88 days. Ketika kehidupan menghantam saya habis-habisan di kebun-kebun Australia hanya demi mendapat kesempatan tinggal dan bekerja selamaContinue reading “Petani Anggur Part 1 (Mareeba, Queensland)”

The best job I ever had = Petani Alpukat (Mareeba, Queensland)

Tulisan ini adalah lanjutan dari kisah saya menjadi petani Alpukat pada Maret 2018. Selama kalian hidup, akan ada banyak sekali orang yang akan menilai apa yang kamu lakukan. Mereka memiliki ekpektasi bagaimana seharusnya kamu bertindak. Kalau tidak sesuai dengan standart mereka, pasti kamu di judge. Banyak yang perduli, sedikit yang tidak. Saya termasuk yang tidakContinue reading “The best job I ever had = Petani Alpukat (Mareeba, Queensland)”

My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)

Tulisan ini dibuat pada tanggal 10 Maret 2018 Sebelum ada yang nanya, Mareeba itu nama makanan apa. Mareeba bukan nama makanan babe. Mareeba itu kota kecil di Atherton Tableland yang terletak di Far North Queensland, Australia. Sekitar satu jam dari  Cairns, Queensland. Mau dibilang kota juga bukan, menurut saya pribadi Mareeba termasuk desa kecil yangContinue reading “My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)”

I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)

Desember 2017 Kununurra terdengar so absurd waktu pertama kali saya dengar nama kota ini. Kota yang terletak di kawasan Western Australia (sekitar 37 km dari perbatasan Northern Territory), di musim panas, temperaturenya bisa mencapai 40-49 derajat celcius. (Yang dari Surabaya mana suaranya, yang panasnya belum sampe 40 derajat udah bilang kayak di neraka). Anw untukContinue reading “I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)”

Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)

Darwin tidak pernah menjadi tujuan saya selama berada di Australia. Kota tujuan saya dan para pendatang lainnya ke Australia biasanya adalah kota-kota besar di daerah selatan yang mainstream seperti Sydney dan Melbourne (biar bisa foto-foto di Bondi dan Brighton beach terus pamer di instagram agar meningkatkan jumlah follower juga gengsi kaya selebgram-selebgram). Pada minggu ketigaContinue reading “Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)”

Sydney Parks and Sincere Prayer from a Stranger

Pertama kali sampai di Sydney sebenarnya saya sedikit kecewa. Karena tadinya saya berharap bisa melihat bangunan-bangunan tua berjejer seperti di Eropa.  Ternyata jarang, yang ada hanya gedung-gedung pencakar langit seperti di Jakarta (salah saya juga tidak searching mengenai Sydney sebelum berangkat). It’s just another big city yang penuh dengan lautan manusia. Bahkan sebagian besar adalahContinue reading “Sydney Parks and Sincere Prayer from a Stranger”

Cinta tanpa syarat. Adakah? (Quebeq, Canada)

Rue Saint-Paul Quebec

Masih di cafe yang sama dengan ice latte yang belum habis.

Tadi sewaktu berjalan mengitari jalanan kecil Rue du Petit Champlain di Old Quebec, dua paruh baya melintas di depan saya. Di depan bangunan dengan jendela tuanya yang berwarna kuning mencolok yang terlihat anggun. Bergandengan tangan erat dengan rambut yang sudah memutih dan kerutan yang mulaiContinue reading “Cinta tanpa syarat. Adakah? (Quebeq, Canada)”