Coba katakan (Canada)

Di sudut cafe Le Packwood Rue Saint Paul, Quebec City, Canada dengan segelas ice caffe latte.   Sejauh ini kah kamu merasa perlu melangkah untuk melupakan? Setegak inikah kamu merasa perlu berdiri untuk membuktikan? Mengisolasi diri di tanah asing. Tak seorangpun mengetahui namamu. Tak seorangpun berani mengusik masa lalumu. Tak seorangpun peduli akan keberadaanmu. Lalu sejauh mana kamu berhasil melupakan? LaluContinue reading “Coba katakan (Canada)”

Pilkada

Saya tidak ingat Sejak kapan pesta demokrasi diwarnai sikap intoleran? Sejak kapan Bhineka Tunggal Ika mulai digadaikan? Sejak kapan orang-orang tidak lagi bisa hidup berdampingan?   Mengapa merasa paling benar? Mengapa tidak berkaca dulu sebelum membuat onar? Mengapa tidak diam saja jika setiap yang keluar dari mulut hanyalah koar-koar?   Kalau memang ingin dibilang sebagaiContinue reading “Pilkada”

Aku tidak pernah benar-benar pulang

Aku tidak pernah benar-benar pulang. Tidak bisa. Ke semua tempat kuseret tubuh sendiri sebagai petualang tersesat – bahkan di negeri jauh tempat aku lahir dan seorang perempuan mengajariku tersenyum kepada diri sendiri. . Tidak pernah ada rumah. Tidak ada. Cuma ada mimpi buruk yang sekali waktu terburu – buru membangunkan dan meminta aku pergi . Membelahku. MengubahContinue reading “Aku tidak pernah benar-benar pulang”

Teruntuk Nadira 

Barangkali aku tak perlu lagi mencari jawaban akan teka-tekimu. Atau tentang perpisahan kita yang tak kunjung usai.  Begitu pula tentang jejakmu yang selalu bisa kutemukan lagi. Barangkali aku akan membiarkan kenangan tentang kamu dan dia mengubur kenangan tentang kita. Soal hatimu memang urusan yang tak pernah bisa kupahami. Barangkali kita harus sama-sama berhenti untuk mengais-ngaisContinue reading “Teruntuk Nadira “