„Dunia yang Sempurna“ by Monalisa

Kemarin saya dan Mona ngobrol tentang dunia yang Sempurna. Karena saya baru saja mencoret-coret jurnal saya menuliskan dunia yang sempurna versi saya.  Saya mengirimkannya pada Mona. Kawan saya yang pernah saya ceritakan di postingan Belajar metertawakan hidup dengan Mona Kami tahu dunia yang sempurna itu nggak ada. Tapi dengan menuliskan coretan tentang perfect world somehow kamiContinue reading “„Dunia yang Sempurna“ by Monalisa”

Status: ODP (lagi)

Empat bulan lalu pada 29 February 2020 saya landing di Bali dari Sydney. Beberapa hari stay di Bali bersama Ibu, saya terbang lagi ke Jakarta dan tinggal beberapa malam di kosan sepupu di Benhil. Lalu pada tanggal 10 Maret saya akhirnya pulang ke Purwokerto naik kereta api. Ketika saya pulang Indo, di sini belum adaContinue reading “Status: ODP (lagi)”

Disuruh jadi PNS malah jadi TKI

Di suatu sore yang lembab, ketika Bapak sedang asyik menghirup rokoknya sambil nawarin pisang goreng. Tiba-tiba ia bertanya. “De kenapa nggak cari kerja di sini aja si” “Jadi apa Pak? PNS?” Saya tahu kalau Bapak masih berharap anaknya ini mau kerja sebagai PNS di Indonesia. Karena PNS kan terjamin, nggak usah cari kerja lagi sampeContinue reading “Disuruh jadi PNS malah jadi TKI”

Merantau

Jakarta, 00.57Aku ingat,ketika kali pertama pergi merantau,meninggalkan tempat yang kusebut rumahkamu, dia dan mereka, pergi mengantaraku lalu terisakseolah tak akan bertemu lagi kamu pun sebentar lagi akan pergi,berkelana menjadi pemburumemburu mimpi-mimpi dan omong kosong yang sering kita bicarakan di sudut kota kecil inikota yang tak lama lagi hanya akan menjadi tempat singgahketika lelah dan hampirContinue reading “Merantau”

Surat Anak Rantau

“Perjumpaan tidak sengaja membuat empat orang siswa-siswi SMA ini menjalin persahabatan. Sejak berpisah kota di tahun 2010 mereka saling bertukar kabar melalui sebuah buku jurnal yang mereka beri judul Surat Anak Rantau (SAR). Buku tersebut secara bergantian berpindah dari satu kota ke kota lainnya hingga mereka lulus dari perguruan tinggi negeri masing-masing dan melanjutkan hidupContinue reading “Surat Anak Rantau”

Rumah ‘itu’ dan cerita-cerita dulu

Selama berada di kampung halaman, Ibu jadi sering bercerita tentang tingkah saya ketika kecil. Ada sebuah kejadian 26 tahun lalu, yang diceritakannya berulang kali. Sejarah anak-anaknya yang menakutkan juga membanggakan. “Waktu Angky umurnya masih 2 tahun, baru beberapa bulan bisa jalan dengan lancar. Anak ini udah ilang” Menurut kesaksian Ibu dan om tante saya. SayaContinue reading “Rumah ‘itu’ dan cerita-cerita dulu”

Stepping back from toxic friendship

And all those things I didn’t sayWrecking balls inside my brainI will scream them loud tonightCan you hear my voice this time? *** Sudah beberapa hari ini saya merasa nggak punya energi untuk melakukan apa apa. Bahkan demotivasi ini bukan lagi disebabkan oleh pengaruh terlalu lama dikarantina karena corona. Tapi ada hal lain. *** SudahContinue reading “Stepping back from toxic friendship”

Stop normalizing bullying.

I used to get bullied by the most popular girl in my high school. We used to be best friends. Until the boy, she liked, told me that he liked me. I always chose friendship, over a boy. Cause I did not really give a shit about high school romance. It happened to me a coupleContinue reading “Stop normalizing bullying.”