Cinta tanpa syarat. Adakah? (Quebeq, Canada)

Rue Saint-Paul Quebec

Masih di cafe yang sama dengan ice latte yang belum habis.

Tadi sewaktu berjalan mengitari jalanan kecil Rue du Petit Champlain di Old Quebec, dua paruh baya melintas di depan saya. Di depan bangunan dengan jendela tuanya yang berwarna kuning mencolok yang terlihat anggun. Bergandengan tangan erat dengan rambut yang sudah memutih dan kerutan yang mulaiContinue reading “Cinta tanpa syarat. Adakah? (Quebeq, Canada)”

Would you? (Quebec, Canada)

Would you believe that I’m a bad girl if your friend said so? Would you be mad if I told you to stop telling people that someday I will change for you? Would you hate me if I chose something different from everybody else? Would you forgive me if I made mistakes like you do cause I’m onlyContinue reading “Would you? (Quebec, Canada)”

Coba katakan (Canada)

Di sudut cafe Le Packwood Rue Saint Paul, Quebec City, Canada dengan segelas ice caffe latte.   Sejauh ini kah kamu merasa perlu melangkah untuk melupakan? Setegak inikah kamu merasa perlu berdiri untuk membuktikan? Mengisolasi diri di tanah asing. Tak seorangpun mengetahui namamu. Tak seorangpun berani mengusik masa lalumu. Tak seorangpun peduli akan keberadaanmu. Lalu sejauh mana kamu berhasil melupakan? LaluContinue reading “Coba katakan (Canada)”

Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)

Beberapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah majalah Tempo berjudul ‘Gie dan surat-surat yang tersembunyi’ di kamar Eka, teman satu apartment. Hari ini aku membaca buku ‘Soe Hok-Gie …. sekali lagi . Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’. Mempelajari tentang kisah hidup Gie membuatku kagum sekaligus malu pada diri sendiri. Ia aktivis, pejuang kemanusiaan,Continue reading “Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)”