Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)

Beberapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah majalah Tempo berjudul ‘Gie dan surat-surat yang tersembunyi’ di kamar Eka, teman satu apartment. Hari ini aku membaca buku ‘Soe Hok-Gie …. sekali lagi . Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’. Mempelajari tentang kisah hidup Gie membuatku kagum sekaligus malu pada diri sendiri. Ia aktivis, pejuang kemanusiaan,Continue reading “Gie. (from suratanakrantau.wordpress.com)”

Pilkada

Saya tidak ingat Sejak kapan pesta demokrasi diwarnai sikap intoleran? Sejak kapan Bhineka Tunggal Ika mulai digadaikan? Sejak kapan orang-orang tidak lagi bisa hidup berdampingan?   Mengapa merasa paling benar? Mengapa tidak berkaca dulu sebelum membuat onar? Mengapa tidak diam saja jika setiap yang keluar dari mulut hanyalah koar-koar?   Kalau memang ingin dibilang sebagaiContinue reading “Pilkada”

Aku tidak pernah benar-benar pulang

Aku tidak pernah benar-benar pulang. Tidak bisa. Ke semua tempat kuseret tubuh sendiri sebagai petualang tersesat – bahkan di negeri jauh tempat aku lahir dan seorang perempuan mengajariku tersenyum kepada diri sendiri. . Tidak pernah ada rumah. Tidak ada. Cuma ada mimpi buruk yang sekali waktu terburu – buru membangunkan dan meminta aku pergi . Membelahku. MengubahContinue reading “Aku tidak pernah benar-benar pulang”

Berteman dengan Mantan

Berteman dengan seorang yang pernah membagi rasa dengan kita memang kedengaranya sulit. Karena pasti akan selalu ada rasa yang tertinggal dan menghalangi proses move on. Namun bukan berarti kita tidak bisa mencoba, kan? Kehilangan jejak seorang mantan itu mungkin wajar karena kita harus saling menjauh agar tidak terjebak pada masa lalu. Tetapi kalau kita jugaContinue reading “Berteman dengan Mantan”