Hidup di Sydney enak? Hmmmm ngobrol dulu yuk.

Enak banget sih ki bisa idup di Sydney!  Kata orang-orang dulu ke saya waktu saya dapet Work Holiday Visa. Jujur saja dulu saya nggak pernah terbayang, terbesit atau tertanam di benak saya kalo saya bakalan hidup di benua Australia. Dulu kalo ditanya kalo bisa tinggal di luar negeri, pengin tinggal dimana? Pasti jawabnya, pen sekolahContinue reading “Hidup di Sydney enak? Hmmmm ngobrol dulu yuk.”

Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 2)

Teman-teman, gimana kabarnya selama masa karantina? Semoga sehat selalu ya baik secara fisik maupun mental. Dari kemarin saya sebenarnya sedikit merasa putus asa dengan keadaan yang belum juga membaik. Tapi hari ini saya mencoba untuk sedikit memupuk semangat kembali untuk melanjutkan tulisan tentang sejarah terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa. *** Di postingan terakhir TerdamparContinue reading “Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 2)”

Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 1)

Dari kemarin saya cuap-cuap tentang pengalaman WHV saya di Ausi tanpa pernah menjelaskan gimana awal mula saya terdampar di negara kanguru kayak sekarang. Sebagai blogger yang sedang merintis karrier nya yang menginspirasi jutaan manusia di muka bumi, saya akan membantu para pembaca yang budiman untuk lebih mengenal saya dan pilihan-pilihan impulsive yang saya buat dulu.Continue reading “Terdampar di Australia dengan Working Holiday Visa (Part 1)”

Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)

Oke postingan ini dikususkan untuk para fans DJ Kumbang alias temen farm saya bernama Linda. Ditambah beberapa cerita tentang Ogek dan Nita yang tergabung dalam kelompok PBTIM. Persatuan Buruh Tani Indonesia-Mareeba. Cerita-cerita kami di Mareeba. Seperti yang sudah saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, Linda ini temen yang saya kenal di Ausi yang sering muncul diContinue reading “Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)”

Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)

Bercerita tentang pengalaman sebagai petani anggur di Mareeba mengingatkan saya pada pertemuan pertama dengan sahabat baik di Australia. Namanya Ogek dari Bali. Hobinya sama kayak Linda. Nangis bawah pohon. Ogek ini yang akhirnya menjadi teman sekamar dan serumah sepanjang saya tinggal di Ausi pada tahun pertama. Perempuan yang kalo ngomong nggak pake koma dan saringan.Continue reading “Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)”

My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)

Tulisan ini dibuat pada tanggal 10 Maret 2018 Sebelum ada yang nanya, Mareeba itu nama makanan apa. Mareeba bukan nama makanan babe. Mareeba itu kota kecil di Atherton Tableland yang terletak di Far North Queensland, Australia. Sekitar satu jam dari  Cairns, Queensland. Mau dibilang kota juga bukan, menurut saya pribadi Mareeba termasuk desa kecil yangContinue reading “My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)”

I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)

Desember 2017 Kununurra terdengar so absurd waktu pertama kali saya dengar nama kota ini. Kota yang terletak di kawasan Western Australia (sekitar 37 km dari perbatasan Northern Territory), di musim panas, temperaturenya bisa mencapai 40-49 derajat celcius. (Yang dari Surabaya mana suaranya, yang panasnya belum sampe 40 derajat udah bilang kayak di neraka). Anw untukContinue reading “I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)”

Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)

Darwin tidak pernah menjadi tujuan saya selama berada di Australia. Kota tujuan saya dan para pendatang lainnya ke Australia biasanya adalah kota-kota besar di daerah selatan yang mainstream seperti Sydney dan Melbourne (biar bisa foto-foto di Bondi dan Brighton beach terus pamer di instagram agar meningkatkan jumlah follower juga gengsi kaya selebgram-selebgram). Pada minggu ketigaContinue reading “Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)”