Menghadapi orang-orang rasis dan narsis di Australia (Part 1)

Di postingan ini saya akan bercerita tentang perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan yang saya dapatkan ketika bekerja di berbagai bidang di Australia. Walaupun tentu saja ada banyak sekali orang-orang luar biasa baiknya yang saya temui disana. Seperti sahabat-sahabat baru yang sudah menjadi keluarga, tetangga-tetangga di Sydney yang setiap hari menyapa “Hey neighbour good day isn’t it”, KenContinue reading “Menghadapi orang-orang rasis dan narsis di Australia (Part 1)”

Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)

Darwin tidak pernah menjadi tujuan saya selama berada di Australia. Kota tujuan saya dan para pendatang lainnya ke Australia biasanya adalah kota-kota besar di daerah selatan yang mainstream seperti Sydney dan Melbourne (biar bisa foto-foto di Bondi dan Brighton beach terus pamer di instagram agar meningkatkan jumlah follower juga gengsi kaya selebgram-selebgram). Pada minggu ketigaContinue reading “Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)”

Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)

“Ki, mau kado ulang tahun apa?” tanya Dyandra roommate saya di Jakarta. Kami memanggil anak Bogor yang lincah ini dengan sebutan Ebby. Ebby ini teman saya yang paling mager setiap pulang kerja. Butuh waktu 3 jam untuk buat dia berdiri dan mandi. “Ajak ke tempat yang gue belum pernah dong biii” jawab saya sambil lalu.Continue reading “Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)”