Belajar metertawakan hidup dengan Mona

“Semakin dewasa arti bahagia itu bukan lagi berdasar pada kemampuan kita meraih sesuatu, tapi sebaliknya, kemampuan untuk melepas” -Monalisa. Monalisa itu namanya. Sahabat yang saya temui tiga tahun lalu di Bali. Perempuan yang paling keras mentertawakan hidup dan lelucon lelucon yang diberikannya. Pertemuan saya dengan manusia unik satu ini berawal ketika saya tinggal di Bali.Continue reading “Belajar metertawakan hidup dengan Mona”

Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)

Ada cerita Tentang sebuah pendakian Lima perempuan, dua liter air, dan sepotong roti. Satu tujuan. Puncak Batur. *** Sebuah warung nasi jinggo pinggir jalan di daerah Kuta menjadi tempat lima perempuan ini mencari pengganjal perut setiap malam. Nasi jinggo seharga 5000 satu bungkus selalu cukup untuk perut kami yang memang sudah jarang diisi makanan dalamContinue reading “Sunrise di Gunung Batur (Bali, Indonesia)”

Menemukan rumah di Bali

Tiga tahun yang lalu, sebelum saya pindah ke Australia menggunakan Working Holiday Visa. Saya sempat tinggal di Bali selama empat bulan. Empat bulan yang penuh dengan pelajaran berharga untuk mentertawakan hidup. *** September 2017 Sudah sekitar tiga bulan saya memutuskan untuk keluar dari Jakarta dan pindah ke Bali. Setelah sempat menganggur selama empat bulan penuhContinue reading “Menemukan rumah di Bali”