Teruntuk Nadira 

Barangkali aku tak perlu lagi mencari jawaban akan teka-tekimu. Atau tentang perpisahan kita yang tak kunjung usai.  Begitu pula tentang jejakmu yang selalu bisa kutemukan lagi. Barangkali aku akan membiarkan kenangan tentang kamu dan dia mengubur kenangan tentang kita. Soal hatimu memang urusan yang tak pernah bisa kupahami. Barangkali kita harus sama-sama berhenti untuk mengais-ngaisContinue reading “Teruntuk Nadira “