Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)

Oke postingan ini dikususkan untuk para fans DJ Kumbang alias temen farm saya bernama Linda. Ditambah beberapa cerita tentang Ogek dan Nita yang tergabung dalam kelompok PBTIM. Persatuan Buruh Tani Indonesia-Mareeba. Cerita-cerita kami di Mareeba. Seperti yang sudah saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, Linda ini temen yang saya kenal di Ausi yang sering muncul diContinue reading “Persatuan Petani Indonesia-Mareeba (Queensland)”

Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)

Bercerita tentang pengalaman sebagai petani anggur di Mareeba mengingatkan saya pada pertemuan pertama dengan sahabat baik di Australia. Namanya Ogek dari Bali. Hobinya sama kayak Linda. Nangis bawah pohon. Ogek ini yang akhirnya menjadi teman sekamar dan serumah sepanjang saya tinggal di Ausi pada tahun pertama. Perempuan yang kalo ngomong nggak pake koma dan saringan.Continue reading “Petani Anggur Part 2 (Mareeba, Queensland)”

My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)

Tulisan ini dibuat pada tanggal 10 Maret 2018 Sebelum ada yang nanya, Mareeba itu nama makanan apa. Mareeba bukan nama makanan babe. Mareeba itu kota kecil di Atherton Tableland yang terletak di Far North Queensland, Australia. Sekitar satu jam dari  Cairns, Queensland. Mau dibilang kota juga bukan, menurut saya pribadi Mareeba termasuk desa kecil yangContinue reading “My simple life in Mareeba (Mareeba, Queensland)”

I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)

Desember 2017 Kununurra terdengar so absurd waktu pertama kali saya dengar nama kota ini. Kota yang terletak di kawasan Western Australia (sekitar 37 km dari perbatasan Northern Territory), di musim panas, temperaturenya bisa mencapai 40-49 derajat celcius. (Yang dari Surabaya mana suaranya, yang panasnya belum sampe 40 derajat udah bilang kayak di neraka). Anw untukContinue reading “I surprise I survived (Kununurra, Western Australia)”

Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)

Darwin tidak pernah menjadi tujuan saya selama berada di Australia. Kota tujuan saya dan para pendatang lainnya ke Australia biasanya adalah kota-kota besar di daerah selatan yang mainstream seperti Sydney dan Melbourne (biar bisa foto-foto di Bondi dan Brighton beach terus pamer di instagram agar meningkatkan jumlah follower juga gengsi kaya selebgram-selebgram). Pada minggu ketigaContinue reading “Orang baik dan orang kurang baik (Darwin, Northern Territory, Australia)”

Sydney Parks and Sincere Prayer from a Stranger

Pertama kali sampai di Sydney sebenarnya saya sedikit kecewa. Karena tadinya saya berharap bisa melihat bangunan-bangunan tua berjejer seperti di Eropa.  Ternyata jarang, yang ada hanya gedung-gedung pencakar langit seperti di Jakarta (salah saya juga tidak searching mengenai Sydney sebelum berangkat). It’s just another big city yang penuh dengan lautan manusia. Bahkan sebagian besar adalahContinue reading “Sydney Parks and Sincere Prayer from a Stranger”

Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)

“Ki, mau kado ulang tahun apa?” tanya Dyandra roommate saya di Jakarta. Kami memanggil anak Bogor yang lincah ini dengan sebutan Ebby. Ebby ini teman saya yang paling mager setiap pulang kerja. Butuh waktu 3 jam untuk buat dia berdiri dan mandi. “Ajak ke tempat yang gue belum pernah dong biii” jawab saya sambil lalu.Continue reading “Only in the darkness you can see the stars (Cerita Sahabat dari Selat Sunda)”

Gendong Karung Beras di Tokyo

Dulu waktu saya masih duduk di bangku SD hingga saya SMP, saya dan kakak hobby sekali membaca komik manga. Di pojok kamar di kampung halaman saya, setumpukan komik Jepang yang sudah mulai usang seperti serial Detective Conan, Salad Days, Hai Miiko, Penguin Brothers, Inuyasha selalu setia menunggu kami setiap pulang sekolah. Saking freaknya dengan budayaContinue reading “Gendong Karung Beras di Tokyo”